Beranda

SELAMAT DATANG DI WEBSITE

IKATAN ALUMNI UNIVERSITAS PADJADJARAN


Kepada seluruh Alumni Unpad apabila ingin memberikan Berita atau mempostingkan Artikel di Website IKA-Unpad, Dapat mengirimkannya melalui Email ika@unpad.ac.id

Terimakasih Banyak Kepada Akang/Teteh Alumni yang telah membantu dalam rangka penyusunan dan updating database Alumni Universitas Padjadjaran. Untuk Akang/Teteh yang belum mengisi, kami Pengurus Pusat IKA Unpad memohon bantuan dan kerja sama Akang/Teteh Untuk mengisi form yang telah kami sediakan, Akang/Teteh bisa mengisinya disini

Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

Kepada seluruh Alumni Unpad apabila ingin memberikan Berita atau mempostingkan Artikel di Website IKA-Unpad, Dapat mengirimkannya melalui Email ika@unpad.ac.id

Pernyataan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran, Perihal Pemilihan Presiden 2014

IMG_2831

Galeri Foto Buka Bersama PP IKA Unpad

Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran, telah melaksanakan buka puasa bersama pada tanggal 19 Juli 2004 bertempat di Gedung Alumni Bumi Padjadjaran Jl. Singaperbangsa 2014.

Baca lagi

Unpad Gandeng Telkomsel Kembangkan Sistem Informasi untuk Civitas Unpad

[Unpad.ac.id, 21/07/2014] Dalam rangka mengembangkan sistem informasi untuk civitas Unpad, Senin (21/7), Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Unpad Dr. med. Setiawan, dr., dan Vice President Sales & Marketing Telkomsel Area Jabotabek Jabar, Erwin Tanjung menandatangani Perjanjian Kerja Sama antara Unpad dengan Telkomsel di GraPARI Digilife, Jl. Ir. H. Juanda, Bandung, Senin (21/07) kemarin. Penandatanganan perjanjian kerja sama itu disaksikan oleh Rektor Unpad Prof. Ganjar Kurnia, Direktur Utama Telkomsel Alex J. Sinaga dan Executive President Telkomsel Area Jabotabek Jabar, Venusiana Papasi.

Rektor Unpad (kemeja biru) dan Dirut Telkomsel, Alex J. Sinaga (baju merah) usai penandatangan kerja sama di GraPARI Digilife di Jl. Ir. H. Juanda, Bandung, Senin (21/07) kemarin. (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Rektor Unpad, Prof Ganjar Kurnia (kedua dari kiri) dan Dirut Telkomsel, Alex J. Sinaga (tengah) usai penandatangan kerja sama di GraPARI Digilife di Jl. Ir. H. Juanda, Bandung, Senin (21/07) kemarin. (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Menurut Dr. Setiawan, dalam kerja sama ini Telkomsel memberi kemudahan komunikasi antar civitas Unpad, khususnya mahasiswa baru tahun akademik 2014/2015 melalui penggunaan nomor perdana Simpati Loop Telkomsel, sehingga membentuk sebuah komunitas khusus di Unpad.

“Untuk kita, pentingnya kerja sama ini dalam memberikan informasi akademik maupun informasi yang lain yang perlu diketahui oleh seluruh civitas akademika, karena dengan adanya komunitas Loop ini sistem SMS blast ini menjadi free dan sangat efisien dan memudahkan mereka berinteraksi satu dengan yang lain,” jelasnya saat dihubungi usai acara.

Dr. Setiawan juga mengungkapkan bahwa disamping Loop, kerja sama dengan Telkomsel lainnya yang dikembangkan saat ini adalah pemanfaatan T-cash. Seperti kerja sama dengan perbankan lain dalam mengembangkan e-money ini, kita bisa mengurangi penggunaan uang cash di kampus.

“Permasalahan di kita uang cash kita ini cepat rusak dan tidak efisien karena perlu dibuat uang baru dan nilainya cukup besar. Jadi kalo kita bisa sedikit demi sedikit beralih dari uang cash ke e-money akan membantu penyelesaian tadi,” ujarnya.

Acara penandatanganan perjanjian kerja sama ini juga berbarengan dengan peresmian GraPARI Digilife di Jl. Ir. H. Juanda, Bandung oleh Direktur Utama Telkomsel Alex J. Sinaga. Di tempat tersebut, Telkomsel menghadirkan kantor layanan sekaligus Digital Life Experience Centre melalui layanan digital Telkomsel. Telkomsel juga menampilkan berbagai layanan teknologi inovasi terkini seperti Google Glass dan Mobile Point of Sales (MPOS).

Menanggapi pemanfaatan teknologi digital tersebut, Dr. Setiawan mengharapkan civitas Unpad selain sebagai konsumen teknologi, diharapkan juga bisa menjadi produsen teknologi melalui riset-riset yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa dari Teknologi Informatika, Matematika dan program studi MIPA lainnya dalam membuat atau mengembangkan aplikasi digital ini dalam berbagai aspek kegiatan.

“Alhamdulillah pengembangan masyarakat digital di kampus ini sudah dimulai, kita ditantang oleh Telkom untuk mengusulkan proyek yang didanai melalui Indigo Incubator, nah ini kita sudah bisa merespon. Ini tentunya menjadi tantangan kita untuk mendorong mahasiswa dan dosen khususnya di bidang informatika dan lainnya untuk bekerja sama mengembangkan informatika dalam merumuskan produk-produk digital yang bisa dimanfaatkan oleh kita di kampus,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Marlia / eh *

Galeri Foto Buka Bersama PP IKA Unpad

Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran, telah melaksanakan buka puasa bersama pada tanggal 19 Juli 2004 bertempat di Gedung Alumni Bumi Padjadjaran Jl. Singaperbangsa 2014.

Nanda Najih Berhasil Tembus “15 Besar” Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional 2014

[Unpad.ac.id, 14/07/2014] Nanda Najih Habibil Afif, mahasiswa berprestasi (mawapres) 2014 jenjang sarjana Universitas Padjadjaran berhasil menembus babak final dan masuk dalam “15 Besar” pada Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional 2014 yang diselenggarakan di Bali pada 10-13 Juli 2014 lalu. Nanda berhasil menyisihkan jutaan mahasiswa di Indonesia, baik dari PTN maupun PTS, yang diseleksi dari tingkat jurusan, fakultas, universitas hingga akhirnya terpilih sebagai 15 besar finalis pada Mawapres tingkat nasional.

Nanda Najih Habibil Afif (tengah) bersama

Nanda Najih Habibil Afif (tengah) diapit oleh Dr. Ir. Heryawan Kemal Mustaga dan Richie Agusta Iwan Chandra, MSc., Apt *

Nanda yang lahir pada 6 September 1993 merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara yang berdomisili di Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur. Dalam keseharian, dia aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan, baik di tingkat fakultas maupun universitas, seperti di Departemen Sosial Kemasyarakatan FKDF Unpad, GEMA FTG, Kepengurusan HMG, dan Komunitas Padjadjaran Pedoeli.

Dalam kompetisi ini, penilaian dilakukan secara komprehensif meliputi karya tulis unggulan bertema “Menuju Indonesia Mandiri”, kemampuan bahasa asing, keaktifan minat organisasi, track record karya dan prestasi, serta pengetahuan umum dan kemampuan analisis masalah kekinian secara multiperspektif. Mahasiswa yang mampu berbahasa Inggris dan Arab secara baik dan sedang mendalami Bahasa Jerman ini membawakan karya tulis dengan judul “Potensi Penerapan Teknologi Sistem Koloid sebagai Penekan Pendangkalan Waduk di Indonesia”.

Menurut Ketua Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni Unpad, Dr. Ir. Heryawan Kemal Mustafa, M.Sc., ini merupakan prestasi yang membanggakan dan menjadi titik balik keberhasilan Mawapres Unpad setelah terakhir kali mahasiswa Fakultas Kedokteran Unpad angkatan 2006 lolos di babak final Pemilihan Mawapres Nasional. Akhirnya, tahun ini Nanda dari angkatan 2012 berhasil lolos di final ajang bergengsi tersebut di periode 2014.

Adapun juara 1 Mawapres Nasional 2014 jenjang sarjana diraih oleh Universitas Indonesia. Dirjen Dikti memberikan apresiasi uang tunai 6 Juta Rupiah untuk para mahasiswa yang telah berhasil menjadi finalis tingkat nasional. Di jenjang sarjana, Nanda yang merupakan finalis dari angkatan termuda ini mengaku bersyukur atas kesempatan yang telah diberikan.

“Saya berterima kasih pada semua pihak yang telah membantu saya. Walau belum berhasil menduduki posisi 3 teratas di event ini, saya sangat bersyukur pada Allah yang telah memberikan kesempatan untuk bertemu teman-teman luar biasa dari seluruh Indonesia. Saya berharap dengan pengalaman ini dapat menjadi suatu bahan bagi teman-teman Unpad untuk bisa lebih berprestasi di Pemilihan Mawapres tahun selanjutnya”, ungkap Nanda.

Rilis oleh: FTG Unpad / eh *

Dalam Rangka Pembinaan SDM, Universitas Tanjungpura Pontianak Jalin Kerja Sama dengan Unpad

[Unpad.ac.id, 11/07/2014] Universitas Padjadjaran melakukan penandatanganMemorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, Kalimantan Barat. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia dengan Rektor Untan, Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA. di Ruang Rektor, Gedung Rektorat Unpad, kampus Jatinangor, Jumat (11/07).

Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia (kanan) dengan Rektor Untan, Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia (kanan) dengan Rektor Untan, Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Pada kesempatan tersebut, dilakukan juga penandatangan Perjanjian Kerja Sama antara Fakultas Ilmu Keperawatan Unpad dengan Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Untan. Penandatangan Perjanjian Kerja Sama dilakukan oleh Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Unpad, Kusman Ibrahim, S.Kp, M.NS., PhD dengan Dekan Fakultas Kedokteran Untan, dr. Bambang Sri Nugroho, Sp.PD.

Adapun penandatanganan MoU ini dilakukan sebagai perpanjangan atas MoU yang telah ditandatangani beberapa tahun lalu. Kerja sama yang telah dan akan dilakukan yaitu terkait pengembangan dan pembinaan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi,

Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Unpad, Kusman Ibrahim, S.Kp, M.NS., PhD (kanan) dengan Dekan Fakultas Kedokteran Untan, dr. Bambang Sri Nugroho, Sp.PD. (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Unpad, Kusman Ibrahim, S.Kp, M.NS., PhD (kanan) dengan Dekan Fakultas Kedokteran Untan, dr. Bambang Sri Nugroho, Sp.PD. (Foto oleh: Tedi Yusup)*

“Kerja sama yang pertama berjalan ini di Bidang Keperawatan, khususnya penyiapan tenaga SDM kami,” ungkap Prof. Thamrin. Dalam kerja sama ini, beberapa staf dosen di Prodi Ilmu Keperawatan Untan melakukan studi lanjut S-2 di Fakultas Ilmu Keperawatan Unpad untuk selanjutnya kembali mengabdi ke Untan. Kegiatan ini sudah dilakukan sejak tahun 2011 dimana sudah ada 6 dosen/calon dosen Untan yang kuliah di Magister Keperawatan Unpad, dan 2 orang diantaranya telah menyelesaikan studinya.

“Mereka itu kita kirim, namun sebelumnya ada perjanjian antara kami dengan dosen atau calon dosen dari kami. Setelah mereka dinyatakan memenuhi syarat untuk jadi mahasiswa S-2 disini, nanti mereka akan kita biayai dan begitu selesai mereka mengabdi ke kampus kami,” tutur Prof. Thamrin.

Selain itu, kerja sama yang telah dilakukan yaitu terkait kerja sama pakar, terutama dalam hal pembinaan pada proses pembelajaran. Kedepannya, selain akan melanjutkan kegiatan yang telah dilakukan, Prof. Thamrin mengharapkan kerja sama juga akan dilakukan di Bidang Farmasi dan Kedokteran. “Kita melihat di Unpad ini fakultas yang meliputi bidang-bidang kesehatan cukup punya pengalaman,” ujar Prof. Thamrin.

Prof. Thamrin juga mengungkapkan apresiasinya atas adanya kerja sama ini. “Respon baik dari Rektor Unpad itu kita ingin mengapresiasi, mengucapkan terima kasih. Artinya, disini didapatkanlah titik temu dimana kita sama-sama merasa bahwa kerja sama ini penting untuk kedua belah pihak.” *

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh *

Dukungan kepada Capres Harus Jaga Harmoni, Jangan Picu Perpecahan Bangsa

[Unpad.ac.id, 28/06/2014] Ricuhnya konstelasi politik pendukung Calon Presiden dan Wakil Presiden di ajang Pemilihan Presiden menuai keprihatinan dari berbagai kalangan, khususnya akademisi. Dukungan pada salah satu pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden malah banyak yang mengabaikan harmoni kebangsaan, yang seharusnya berlangsung dalam suksesi kepemimpinan negara.

Suasana Deklarasi “Unpad Perekat Persaudaraan Kebangsaan” yang diikuti tim dari kedua pasangan capres/cawapres di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Suasana Deklarasi “Unpad Perekat Persaudaraan Kebangsaan” yang diikuti tim dari kedua pasangan capres/cawapres di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad (Foto oleh: Tedi Yusup)*

“Alangkah indahnya demokrasi kita jika setiap pemilihan di negeri ini, khususnya di ajang Pilpres yang saat ini sedang berlangsung, kita bisa menjaga harmoni dari berbagai pihak,” tutur Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad, Dr. Arry Bainus, M.A. saat memberikan sambutannya pada acara “Unpad Perekat Persaudaraan Kebangsaan” di Grha Sanusi Hardjadinata, Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Sabtu (28/06).

Dr. Arry mengatakan bahwa saat ini suksesi kepemimpinan negara yang semestinya menjadi ajang pertarungan ide dan gagasan telah berubah menjadi ajang konflik dan kampanye hitam. “Dukungan calon dalam suatu pemilihan merupakan hak konstitusional bagi setiap warga negara. Hanya menjadi kegelisahan dan keprihatinan kita bersama ketika dalam proses dukung mendukung tersebut justru menjadi pemicu bagi perpecahan persaudaraan kebangsaan kita. Itu patut disayangkan,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Arry menuturkan, kedua pasangan Capres/Cawapres merupakan putra terbaik bangsa yang memliki ide dan gagasan yang luar biasa untuk membangun Indonesia lebih baik. “Sehingga siapapun Presiden dan Wakil Presiden Indonesia nanti di pundak mereka seluruh harapan rakyat dipertaruhkan,” ujar Dr. Arry.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa kita harus menjaga demokrasi tetap berlangsung dinamis dan harmonis.  “Kewajiban kita menjaga keharmonisan bangsa. Dinamika politik yang berlangsung dalam Pilpres tidak menjadikan kita terpecah belah, bahkan justru semestinya menjadi perekat persaudaraan kebangsaan yang berlandaskan pada persatuan dan kesatuan di bawah Pancasila.”

Sementara itu, Koordinator Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Unpad, Dr. H. Nandang Alamsyah D., S.H., M.Hum mengatakan bahwa demokrasi tanpa harmoni adalah sebuah kegagalan. Harmoni dan keselarasan sosial politik merupakan dasar penting di dalam membangun demokrasi yang sehat dan dinamis. “Mari pererat persatuan dan kesatuan kita dan merekatkan diri dalam persaudaraan kebangsaan Indonesia,” tuturnya.

Pada acara tersebut, dibacakan Deklarasi Unpad Perekat Persaudaraan Kebangsaan yang diiringi oleh tim kesenian Unpad. Pembacaan deklarasi diikuti juga oleh perwakilan dari kedua tim sukses pasangan Capres/Cawapres.

Ditemui seusai acara, perwakilan tim sukses kedua pasangan Capres dan Cawapres mengungkapkan apresiasinya tehadap acara ini. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan hari ini. Ini adalah khasnya budaya kita, dimana silih asih silih asah silih asuh ini menjadi pola hidup kita sehari-hari di Jawa Barat,” ujar Sekretaris Tim Sukses Jokowi-JK Jawa Barat, Gatot Cahyono.

Sementara Ketua Tim Media Center Prabowo-Hatta, Sunatra mengungkapkan keprihatinannya atas terjadinya sejumlah konflik yang terjadi antara kedua kubu. Menurutnya, selama ini timnya selalu menjaga komunikasi dengan tim Jokowi-JK untuk menjaga agar situasi tetap kondusif. “Jangan sampai konflik atau gesekan terjadi di masyarakat,” ujarnya.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh *